BERORGANISASI UNTUK BERAMAL

SELAMAT DATANG

Cari Blog Ini

Powered By Blogger

Kamis, 06 Mei 2010

AGAMA DANMANUSIA


AGAMA DANMANUSIA
A.    Pengertian agama
Agama dalam pengertiannya dapat dikelompokkan pada dua bahagian yaitu agama menurut bahasa dan agama menurut istilah. Beberapa persamaan arti kata“agama’’ dalam berbagai bahasa :
1. Ad din (Bahasa Arab dan Semit)
2. Religion (Inggris)
 3.La religion (Perancis)
4. De religie (Belanda)
5. Die religion (Jerman)
Secara bahasa, perkataan ‘’agama’’ berasal dari bahasa Sangsekerta yang erat hubungannya dengan agama Hindu dan Budha yang berarti ‘’tidak pergi’’tetap di tempat, diwarisi turun temurun’’. Adapun kata din mengandung arti menguasai, menundukkan, kepatuhan, balasan atau kebiasaan.
Din juga membawa peraturan-peraturan berupa hukum-hukum yang harus dipatuhi baik dalam bentuk perintah yang wajib dilaksanakan maupun berupa larangan yang harus ditinggalkan. Kata din dalam Al Qur’an disebut sebanyak 94kali dalam berbagai makna dan kontek, antara lain berarti :
1. Pembalasan (Q.S Al Fatihah (1) ayat 4.
2. Undang-undang duniawi atau peraturan yang dibuat oleh raja (Q.S Yusuf (12)ayat 76.
3. Agama yang datang dari Allah SWT, bila dirangkaikan dengan kata Allah (Q.SAli Imran (3) ayat 83.
4. Agama yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad SAW sebagai agama yang benar, yakni Islam, bila kata din dirangkaikan dengan kata al-haq (Q.S AtTaubah (9) ayat 33
5. Agama selain Islam (Q.S Al Kafirun(109) ayat 6 dan Q.S Ash Shaf (61) ayat 9.
Menurut Abu Ahmadi agama menurut bahasa :
1. Agama berasal dari bahasa Sangsekerta yang diartikan dengan haluan,peraturan, jalan atau kebaktian kepada Tuhan.
2. Agama itu terdiri dari dua perkataan yaitu A. berarti tidak, Gama berarti kacau balau, tidak teratur. Jadi agama berarti tidak kacau balau yang berarti teratur.
Agama menurut istilah adalah undang-undang atau peraturan-peraturan yang mengikat manusia dalam hubungannya dengan Tuhannya dan hubungan manusia dengan sesama manusia dan hubungan manusia dengan alam. Maka orang yang beragama adalah orang yang teratur, orang yang tenteram dan orang yang damai baik dengan dirinya maupun dengan orang lain dari segala aspek kehidupannya.
Sebuah agama biasanya melingkupi tiga persoalan pokok, yaitu :
1. Keyakinan (credial), yaitu keyakinan akan adanya sesuatu kekuatan supranatural yang diyakini mengatur dan mencipta alam.
2. Peribadatan (ritual), yaitu tingkah laku manusia dalam berhubungan dengan kekuatan supranatural tersebut sebagai konsekuensi atau pengakuan dan ketundukannya.
3. Sistem nilai yang mengatur hubungan manusia dengan manusia lainnya atau alam semesta yang dikaitkan dengan keyakinan nya tersebut.

Agama menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sistem atau prinsip kepercayaan kepada Tuhan, atau juga disebut dengan nama Dewa atau nama lainnya dengan ajaran kebhaktian dan kewajiban-kewajiban yang bertalian dengan kepercayaan tersebut.
Kata "agama" berasal dari bahasa Sansekerta āgama yang berarti "tradisi". Sedangkan kata lain untuk menyatakan konsep ini adalah religi yang berasal dari bahasa Latin religio dan berakar pada kata kerja re-ligare yang berarti "mengikat kembali". Maksudnya dengan berreligi, seseorang mengikat dirinya kepada Tuhan.

Beberapa pendapat

Dalam bahasa Sansekerta
1.      Kata "agama" berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti "tradisi".
2.      Dalam bahasa Sansekerta artinya tidak bergerak (Arthut Mac Donnell).
3.      Agama itu kata bahasa Sansekerta (yaitu bahasa agama Brahma pertama yang berkitab Veda) ialah peraturan menurut konsep Veda (Dr. Muhammad Ghalib).

Dalam bahasa Latin
·         Agama itu hubungan antara manusia dengan manusia super (Servius)
·         Agama itu pengakuan dan pemuliaan kepada Tuhan (J. Kramers Jz)
Dalam bahasa Eropa
1.      Agama itu sesuatu yang tidak dapat dicapai hanya dengan tenaga akal dan pendidikan saja (Mc. Muller dan Herbert Spencer).
2.      Agama itu kepercayaan kepada adanya kekuasan mengatur yang bersifat luar biasa, yang pencipta dan pengendali dunia, serta yang telah memberikan kodrat ruhani kepada manusia yang berkelanjutan sampai sesudah manusia mati (A.S. Hornby, E.V Gatenby dan Wakefield)
Dalam bahasa Indonesia
1.      Agama itu hubungan manusia dengan Yang Maha Suci yang dinyatakan dalam bentuk suci pula dan sikap hidup berdasarkan doktrin tertentu (Drs. Sidi Gazalba).
2.      Agama adalah sistem atau prinsip kepercayaan kepada Tuhan, atau juga disebut dengan nama Dewa atau nama lainnya dengan ajaran kebhaktian dan kewajiban-kewajiban yang bertalian dengan kepercayaan tersebut (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1997)
Dalam bahasa Arab
a.       Agama dalam bahasa arab ialah din, yang artinya :
Ø  taat
Ø  takut dan setia
Ø  paksaan
Ø  tekanan
Ø  penghambaan
Ø  perendahan diri
Ø  pemerintahan
Ø  kekuasaan
Ø  siasat
Ø  balasan
Ø  adat
Ø  pengalaman hidup
Ø  perhitungan amal
Ø  hujan yang tidak tetap turunnya, dan lain-lain.l
b.      Sinonim kata din dalam bahasa arab ialah milah. Bedanya, milah lebih memberikan titik berat pada ketetapan, aturan, hukum, tata tertib, atau doktrin dari din itu.

B.     Fungsi Agama dalam Kehidupan Manusia
Fungsi agama dalam kehidupan manusia, mencakup beberapa hal yaitu :
Ø  Sebagai penyidik : yakni dalam agama mengajarkan mana yang baik dan mana yang tidak baik, mengerjakan yang baik meninggalkan yang buruk, amar ma’ruf nahi munkar.
Ø  Sebagai penyelamat : yakni agama juga sebagai penyelamat bagi manusia baik di dunia maupun di akherat, di dunia terhindar dari melakukan perbuatan maksiat sedangkan di akherat jaminan surga atas amal ibadah yang telah dilakukan sejak berada di dunia.
Ø  Menjadi meditasi konflik dimasyarakat : yakni agama sebagai media pemersatu ummat dalam menyelesaikan suatu konflik yang dihadapi masyarakat.
Ø  Kontrol sosial : Agama juga menjadi kontrol sosial dalam kehidupan bermasyarakat sehingga dapat berjalan dnegan semestinya, adil dan penuh tanggung jawab.
Ø  Serta agama menjadi pemupuk tali solidaritas : yakni saling berbagai, menjaga bersilaturahmi, perekat persaudaraan sesama ummat manusia. Oleh karena itu dalam menjalankan aturan-aturan agama seperti apa yan telah diajarkan Nabi SAW banyak memberi manfaat bagi ummat sebagai pengikutnya.
Dalam agama Islam, Allah telah memberikan kita kitab suci Al-Qur’an   sebagai petunjuk bagi kehidupan spritual atas kegiatan yang kita lakukan sehari-hari. Allah telah menyatakan dengan jelas dalam Al-Qur’an bahwa kitab suci ini lengkap, sepempurna dan terperinci dan bahwa apapun yang ingin kita ketahui atau yang ingin kita capai dalam hidup, dapat ditemukan di dalamnya, membacanya menjadi penenang dalam hati serta penerang terhadap permasalahan yang kita hadapi seberat apapun masalah yang dialami akan terasa ringan jika kembali dan menghayati isi kandungan Al-Qur’an.

C.    Kedudukan Agama Bagi Manusia
      Kedudukan Tinggi Manusia atas Pemikiran di Masa Modern  tidak diragukan lagi bahwa di masa modern manusia diposisikan lebih tinggi dari pemikiran. Namun pandangan ini perlu ditinjaun kembali, pertama dengan dasar apa manusia diposisikan lebih tinggi dari pemikiran, kedua apakah karakteristik pemikiran-pemikiran tradisional adalah sebagaimana juga sekarang ini atau bertentangan? Adapun di masa modern bahwa manusia telah menjadi terhormat dan kedudukan pemikiran menjadi rendah, hal ini karena dari satu sisi merupakan akibat dari kedudukan yang terlupakan dari manusia dan dari sisi lain sebagai akibat hilangnya sisi kepastian kebenaran pengetahuan manusia. Manusia modern memahami bahwa pengetahuan itu bersifat nisbi sehingga tidak mungkin diharapkan memiliki nilai mutlak, karena itu pengetahuan menjadi berada pada titik terendah dari manusia. Jika  manusia suatu saat kembali menemukan bahwa pengetahuan dan pemikirannya memiliki nilai mutlak, maka pemikirannya akan kembali mulia, suci, dan  terhormat serta kembali menjadi lebih tinggi dari manusianya. Adapun mengenai substansi tradisi pemikiran-pemikiran klasik itu tidak selayaknya dipandang sama, begitu banyak tradisi-tradisi pemikiran yang ditemukan dalam sejarah manusia yang tidak dapat dihukumi secara sama. Salah satu kesalahan mendasar dari sistem pengajaran moderen adalah memandang sama semua budaya dan tradisi di semua negara pada masa pra pembaharuan Eropa. Mereka ini tidak ingin bersusah payah untuk melakukan penelitian dan seenaknya memandang bahwa semua budaya dan tradisi adalah sama dengan kebudayaan dan tradisi Eropa abad pertengahaan. Pandangan yang tak berdasar dan tak ilmiah ini merupakan persoalan penting bagi para peneliti pada zaman moderen yang harus dicarikan solusinya. 

D.    Motivasi dan Tujuan Hidup Beragama
a.       Motivasi hidup beragama
Dalam rutinitas kehidupan saat ini terkadang saya melihat hidup yang sudah tidak manusiawi lagi, atau orang menyebutnya jaman yang sudah gila. Sebenarnya manusia melakukan pembangunan, revolusi, evolusi semua menuju suatu kehidupan yang lebih baik. Tapi saat ini yang terjadi adalah pengerusakan yang dilakukan secara gotong-royong.

Sungguh menyedihkan melihat situasi seperti ini, terutama di kota besar semua orang berlomba untuk mencari materi, kekayaan, kesuksesan, semua saling bersaing tidak sehat saling menjatuhkan sungguh tindakan yang kurang terpuji.

Kenapa saat ini kejadian seperti yang saya gambarkan di atas terjadi, karena saat ini manusia cenderung mengesampingkan nilai-nilai agama, manusia hidup dalam keadaan mengikuti egonya sendiri-sendiri.

Agama dalam pembahasan etimolog atau tata bahasa yaitu A = tidak dan gama=kacau, yang secara keseluruhan berarti tidak kacau. Tetapi saat ini kita sering mengesampingkan peranan agama dengan kehidupan sehari-hari.

Agama adalah kontrol yang baik dalam mengendalikan kelakuan manusia yang cenderung melupakan norma-norma.yang ada. Agama adalah alat kontrol diri kita membuat kehidupan lebih baik. Karena semua agama yang ada mengajarkan tentang kebaikan.

Saat agama tidak ada dalam kehidupan kita, diri kita menjadi tidak terkendali, kita tanpa agama dan rasa keimanan terhadap Tuhan, manusia akan bertindak seperti hewan, dapat kita lihat contoh dimana seorang anak dapat membunuh orang tuanya, perampokan, pembunuhan, pemerkosaan, dan tindakan brutal yang tidak manusiawi lainnya.

Hampir setiap hari dalam acara berita kriminal, tindak kriminal yang semakin sadis, dan tidak terkendali, manusia adalah makhluk itu adalah ajaran yang diterapkan dalam agama, dan sebagai makhluk yang harus bertaqwa dan mengabdi kepada dzat pencipta, sebagai bentuk pengabdian mahkluk kepada Tuhannya.
Setiap perbuatan yang dilakukan oleh manusia tidak terlepas dari dua hal, yaitu perbuatan yang dilakukan tersebut berpijak pada kebenaran atau karena berdasarkan asas manfaat ? Dengan kata lain, motivasi manusia ada dua bentuk, yakni mencari sebuah kebenaran dan berpikir secara mashlahat. Ketika saya mengerjakan shalat, terdapat dua alasan, yakni karena Tuhan memang layak disembah dan Dia menginginkan jalan penyembahan ini (motivasi mencari kebenaran) atau dengan alasan bahwa shalat menyebabkan kebahagiaan dan keselamatan saya (motivasi mashlahat dan manfaat). Jika saya tidak berbohong, dengan dalil bahwa berbohong adalah tidak benar (motivasi kebenaran) atau dengan dalil bahwa berbohong menyebabkan hadirnya siksaan (motivasi mashlahat). Berdasarkan dua prinsip tersebut, kita bisa memberikan dua solusi atas masalah ini: 
Mencari kebenaran bisa disaksikan dalam tiga perkara:
1.   Kecenderungan;
 2.  Pandangan;
3.   Metodologi.
Mencari hakikat kebenaran akan ditemukan dalam tiga bentuk:
 1.  Kecenderungan pada kebenaran;
2.   Menerima dan yakin pada kebenaran;
3.   Implementasi kebenaran dan kebenaran sebagai tolok ukur.
Manusia-manusia pencari kebenaran menempatkan hakikat kebenaran itu dalam tiga sisi wujudnya, pertama hati sebagai pusat kecenderungan, cinta, dan benci. Kedua pikiran sebagai tempat pandangan dan pemikiran. Ketiga tubuh sebagai tempat lahirnya amal perbuatan dan tingkah laku manusia. Kecintaan dan kebencian mereka ini semata-mata berdasarkan hakikat kebenaran (kecenderungan kebenaran), dia tidak meyakini dan mengimani selain kepada pandangan-pandangan benar dan menerima setiap pemikiran yang benar (menerima dan yakin pada kebenaran), dan mengamalkan kebenaran, rela menerima segala konsekuensinya, istiqomah dalam kebenaran, dan segala prilakunya berdasarkan pada kebenaran (implementasi kebenaran dan kebenaran sebagai tolok ukur).        

b.      Tujuan hidup beragama
Tujuan adanya agama adalah menciptakan kehidupan yang lebih baik antara hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan alam, dan hubungan manusia dengan Tuhan.
Tujuan agama lainnya adalah memberikan petunjuk pada manusia, sehingga dengan kekuatan petunjuk agama akan menyampaikannya menuju ke-haribaan  Ilahi. Jika demikian, maka agama adalah perantara dalam  membantu tugas  manusia untuk merealisasikan tujuan mulianya. Dengan dasar ini, tidaklah mungkin  digambarkan bahwa bagaimana mungkin ketika agama muncul manusia menjadikan tebusan dan pengorbanan pada dirinya. Jika seandainya manusia tidak berpegang pada prinsip agama, tidak menjadikan kesempurnaan kekuatan ruh agama. Maka tidak akan menyampaikannya ke tujuan agama. Jika manusia  tanpa memperdulikan petunjuk agama dan agama hanya sebagai identitas lahirnya akan menjerumuskannya ke jurang kehancuran, dan yang pantas di sebut atheis. Dalam pandangan Islam yang murni, agama sebagai jalan kebenaran dan keselamatan. Agama sebagai jalan menyampaikan pada tujuan  dan kesempurnaan  realitas wujud yang paling tinggi.  Agama sebagai rantai dan penyambung antara Alam Malaikat dan Alam Malakut. Agama datang, hingga menjadikan manusia yang berasal dari kedalaman  tanah menuju ke singgasana langit. Agama sebagai pengobat rasa takut kita. Agama sebagai pelindung terhadap berbagai kesulitan yang mendasar dari alam natural. Agama adalah bagian penting dari kehidupan manusia. Agama yang merubah ketakutan akan mati pada manusia  menjadikannya sebagai sebuah harapan kehidupan yang abadi.  Dari sini,  tidaklah kita menjadikan dalil ojektif  diatas,  kita ingin berbicara tentang agama menurut pandangan Islam murni. Mengidentitaskan ikatan agama dengan manusia. Begitu juga dengan memperhatiakan semua permasalahan di atas dengan tujuan manusia. Agama yang membantu tugas manusia untuk keselamatannya.


DAFTAR PUSTAKA

http://www. wikipedia bahasa Indonesia. com
http://dewon.wordpress.com/2007/11/04/kategori-20/



     


                                               

Tidak ada komentar:

Posting Komentar